Halimah
Liputan6.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, menyayangkan kematian seorang tenaga kerja indonesia yang telantar di kolong jembatan di Jeddah, Arab Saudi. Menurut Anis, Selasa (4/8), Pemerintah Indonesia seharusnya segera mengambil tindakan cepat, begitu mengetahui ada warganya di luar negeri yang sedang mengalami masalah.
"Yang ada di Indonesia, ketika akan penempatan dan bisa menghasilkan, pemerintah khususnya instansi yang menangani bersikap cepat. Tapi ketika ada masalah seperti ini, semua mengklaim ini bukan tanggung jawab mereka. TKI legal atau bukan, harusnya penanganannya tidak dibedakan," kata Anis.
Rencananya, orangtua Halimah, TKI yang meninggal tersebut, akan meminta bantuan Migrant Care untuk membantu memulangkan jenazah Halimah. Rencananya, pihak Migrant Care akan segera mendatangi Departemen Luar Negeri dan mengurus permohonan pengembalian jenazah tersebut. Selain itu, Migrant Care akan mendatangi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi supaya dapat turut serta membantu menyelesaikan masalah ini.
Senin malam, sanak keluarga serta tetangga Halimah binti Kohar, telah menggelar tahlilan di rumah duka, di Kampung Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat. Sebelumnya, selama dua pekan, keluarga sudah khawatir akan kondisi Halimah yang menderita penyakit paru-paru. Bahkan keluarga tengah berusaha memulangkan Halimah ke Indonesia. Namun takdir berkata lain, Halimah meninggal Senin subuh waktu setempat, sebelum ia sempat pulang ke Tanah
Selasa, 04 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

KENYATAAN INI MEMANG NGGAK BISA DIPUNGKIRI KARENA BANYAKNYA TENAGA KERJA ILEGAL INDONESIA DI JEDDAH,DAN HAL INI SULIT DITOLERARIR KARENA ADANYA INSUR SALING MAMBUTUHKAN(SIMBIOSIS MUTUALISME)MIGRAN BUTUH UNTUK MENCARI NAFKAH,SEDANGKAN WARGA SAUDI BUTUH KARENA TIDAK HARUS MELALUI PROSES YANG LAMA DAN MEMAKAN BANYAK BIAYA.HAL INILAH YG MENYEBABKAN BERIBU2 TENAGA ILLEGAL DIJEDDAH DAN MENYULITKAN PEMULANGAN MEREKA KARENA TANPA IDENTITAS DAN DOKUMEN YG MENUNJANG (FERY HADY)
BalasHapusDalam hal ini yang sangat disayangkan adalah kebijakan dari piohak KBRI setempat, karena mutlak mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah Arab untuk pemulangan mereka.Mereka Legal atau Ilegal,tidak sepantasnya pihak Instansi terkait justru saling menuding siapa yang harus bertanggung jawab.Mereka semua adalah warga negara Indoniseia yang punya hak untuk dilindungi.Kalau pihak terkait peduli dg kondisi ini, mungkin kasus Halimah tidak akan setragis ini, karena sebelumnya sudah di ekspos oleh LIPUTAN 6 SCTV, yang justru ditanggapi oleh menteri luar negeri dg mata sinis.Bagi saya Halimah adalah sebagian contoh dari Pahlawan Buruh Migran Indonesia....Dia berjuang untuk keluarga...juga Pahlawan Devisa.
BalasHapusSemoga Halimah mendapatkan tempat yang layak disisiNYA...Dan tenang serta damai di alam keabadiannya..Amin..
sebagai bruh migran kami sangat mengharapkan kepda seluruh jajaran intansi terkait, yang ada di tanah air ataupun konjen yg ada di Jeddah untuk bertindak/ mencari jalan keluarnya supaya buruh ilegal yg ada di Saudi ditindak lanjuti dan diproses agar kejadian yang menimpa Halimah tidak terulang lagi. dan gimana caranya agar tidak terjadi adanya kaburan.....
BalasHapusDalam hal ini diperlukan perbaikan sistem di berbagai pihak, baik yang di Indonesia ataupun di Negara tujuan.Yang perlu dititik beratkan disini, bukan gimana caranya tidak terjadi kaburan. Tapi gimana caranya menangani Kaburan.
BalasHapusTentunya mereka tidak akan kabur, karena kebanyakan mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual.Apa salah kalau mereka kabur?Harapan kita sekarang , kepada para instansi terkait agar bekerja sama menangani masalah kaburan dengan serius.Agar kasus seperti Halimah tidak terulang.
kenapa ya banyak pejabat kita selalu menyalahkan tki setiap ada masalah,padahal ada hukum juga di ksa yg perlu di kritik,sebagai contoh,kalau pembantu melaporkan diperkosa majikan itu harus membawa saksi 2 orang yg melihat langsung,kalo gak,hukumnya jadi zina n yg salah kembali ke pihak perempuan.kira2 sampai kapan pihak perempuan akan dilindungi kalo syaratnya seperti itu.......Hanya Allah tempat berlindung
BalasHapusItu makanya saya katakan harus ada perbaikan sistem baik dari pihak pemerintah kita maupun pemerintah Arab Saudi. Agar antara BMI dan Employer sama mendapatkan hak dan kewajiban. Terutama yang harus dirubah adalah ..aturan yang membuat ORANG-ORANG ARAB TIDAK BIADAB TERHADAP BMI....!!!
BalasHapus