..ANDA ADALAH ORANG YANG PEDULI TERHADAP NASIB BURUH MIGRAN INDONESIA..KARENA TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI...TERIMAKASIH...

Kamis, 30 Juli 2009

Waduh...... Banyak TKI Tidak Terpuji di Saudi

PERNYATAAN MENTERI LUAR NEGERI RI HASAN WIRAJUDA

http://bisniskeuang an.kompas. com/read/ xml/2009/ 07/29/13241199/

Waduh..Banyak. TKI.Tidak. Terpuji.di. Saudi
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda mengakui, beberapa tahun ini banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak terpuji di Saudi Arabia. Mereka pergi ke Saudi dengan alasan menunaikan umrah, tetapi setelah itu mereka menghilang dan bekerja secara ilegal. Setelah mendulang uang di sana, mereka pun menjajakan diri di jalan dengan tujuan ditangkap polisi Saudi dan dipulangkan ke Indonesia secara gratis.
"Saya pernah melihat langsung di Saudi. Mereka memamerkan diri, berdiri di jalan, tidur di bawah jembatan, dan lainnya. Ini ulah yang tidak terpuji," ujar Hassan kepada wartawan, Rabu (29/7) ketika ditanyai mengenai adanya sejumlah TKI yang tidak diurus oleh konsulat jenderal di Saudi.
Menurut Hassan, konjen sebenarnya telah meminta para TKI tersebut melaporkan diri. Namun, mereka tidak mengindahkannya. Para pekerja tersebut takut, jika konjen mendapati mereka memiliki uang, mereka akan diminta kembali ke Tanah Air dengan uang sendiri.
Kedutaan besar Indonesia dan konjen di seluruh dunia, terutama negara-negara tujuan TKI, kata Hassan, selalu berkomitmen melindungi para TKI. Bagi TKI yang tersangkut kasus pidana, kedubes/konjen setempat akan memberikan bantuan hukum serta menugaskan pengacara lokal untuk mendampingi dan mengikuti kasus mereka.


TANGGAPAN

Fanani Hong Kong :
Bingung aku....
Kalau menurut Pak Menteri yang ini, barangkali tindakan negara yang menjual warganya tanpa perlindungan demi mendapatkan devisa itu lebih terpuji dibanding tindakan BMI yang di Arab ini.

Peduli Buruh Migran :
Bapak Menlu mengatakan hal seperti itu, tapi tidak bisa di samaratakan ke semua TKI di saudi.Walau bagaimanapun KJRI wajib mengusahakan perlindungan dan kepulangan mereka ke tanah air dengan aman.Mereka di tugaskan untuk mengurus warga Indonesia di sana,bukan duduk dan berkomentar yang menyalahkan TKI nya.......

Roma Hidayat :
Hasan--hasan. ..lu bilang liat sendiri (liatnya pasti dr dalam mobil and jarak jauh, dgn pengamanan ya san ???)...terus diliatain doang, kenapa gk km urus langsung ????? walh...hasan- -hasan

salam orang Desa

Sekretariat PPSW :
Si Asan teh ayak-ayak wae…. Kewajiban pemerintah menyediakan lapangan kerja bagi warganya, jangan lempar batu sembunyi tangan.…

Nining Djohar :
Kalau petugas negara sudah merendahkan rakyat yang kesusahan namanya ZALIM
Dimana tanggung jawab dia yang di tugaskan, dipilih untuk melindungi tetapi malah menebar omongan yang belum tentu dia melihat sendiri.
Dia tidak kesusahan karena sudah jelas dia pemain dalam perdagangan Orang!
pertanyaannya APAKAH DIA PANTAS MENJADI MENLU?

7 komentar:

  1. KJRI,"MAU MENGADU GIMANA????ORANG TKW KTA DIDLM RUMAH GEDUNG+TRALIS BESI DAN TERKUNCI.PALING LAPORNYA KLO UDAH NYAMPEK INDO.DAN UDAH JDI BU2R.TPI ALLAH MAHA ADIL,ALLAH AKAN MENGABULKAN DO'A ORANG YG DI DHOLIMI.ITU SAJA, MALAH IKUTAN BINGUNG AKU...........

    BalasHapus
  2. Gak tahu tuh pak Menteri....harusnya cari jalan gimana solusinya..bukan malah mencaci begitu.
    Apapun alasannya mereka adalah anak bangsa yang punya hak untuk dilindungi oleh negara...
    Sekarang aja..kepulangan mereka pemerintah Arab yang urus...mana tuh tanggung jawab pemerintah??? Kita dikasih gelar Pahlawan Devisa..tapi tidak perlakukan layaknya manusia..

    BalasHapus
  3. aduh2 kalau yg ini aku enggk mau koment apa2 deh,takut salah omong lagi,,,,,,,,,,heheheeh

    BalasHapus
  4. Wah Ayati kok takut ngnomong??..Takut ama pak Menteri ya...hehehee

    BalasHapus
  5. Ya mungkin pak menteri perlu buka lagi Kitab Al Afkar as Siyasiyyah karangan Syaikh Abdul Qadim Zallum,disitu disebutkan 6 karakter pemimpin,Memiliki kepribadian kuat,ilmunya luas n fisiknya sehat,bertakwa,belas kasih,jujur n penuh perhatian,memerintah dgn syari'ah. Atau jgn2 pak menteri belum pernah baca kitab itu.atau barangkali belum pernah liat penampungan TKI bermasalah di KBRI Riyadh.......

    BalasHapus
  6. Heee..mas Lukman, kalau pak menteri buka Kitab mah repot. Kan udah ada asisten dan sekretaris.

    Pak Menteri kalau lagi ke Luar Negeri mana sempat mampir ke Penampungan BMI yang bermasalah.Jadwal meeting padat..jadwal Shoping juga padat, gitu loh....

    BalasHapus
  7. hahaahahah,,,ustad oky,,,,,ni mau ngasih tau siapa mbk mahila atau pak mentri ni?kok suruh buka kitab segala,,,emang nya pak mentri tau itu kitab apa,,,,,,tau nya pak mentri itu,,,,gimana duit yg ada di bank itu bisa nambah,dan beli rumah yg gede2,bukan malah suruh buka kitab ustad,,,,hahaha

    BalasHapus